BAB KESELAMATAN

1. Ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadikanya kecelakaan:
1. faktor manusia
2. faktor kendaraan
3. faktor jalan
2. Ada tiga komponen terjadinya lalu lintas :
1. manusia sebagai pengguna
2. kendaraan
3. jalan yang saling berinteraksi dalam pergerakan kendaraan yang memenuhi persyaratan kelaikan dikemudikan oleh pengemudi mengikuti aturan lalu lintas yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangan yang menyangkut lalu lintas dan angkutan jalan melalui jalan yang memenuhi persyaratan geometrik.
3.
1. Bidang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan
2. Bidang Sarana
3. Bidang Sumber Daya Manusia
4. Bidang Kelembagaan
4. . a) Metode pre-emptif (penangkalan)
1. Perencanaan pengembangan kota
2. Perencanaan tata guna lahan
3. Perencanaan pengembangan transportasi
4. Perencanaan pengembangan angkutan umum

b) Metode preventif (pencegahan)
1. Upaya pengaturan faktor jalan
2. Upaya pengaturan faktor kendaraan
3. Upaya pengaturan faktor manusia
4. Upaya pengaturan lingkungan
5. Upaya pengaturan sistem lalu lintas
6. Upaya pengaturan pertolongan pertama pada gawat darurat

c) Metode represif (penanggulangan)

5. Perbaikan permerintah
1. Perbaikan jalan/jembatan dan perlengkapan, pada lokasi-lokasi yang rawan terhadap kecelakaan
2. Perbaikan terhadap peraturan lalu lintas yang diberlakukan di ruas-ruas jalan tertentu yang rawan terhadap kecelakaan lalu lintas
3. Pemberian arahan dan bimbingan kepada masyarakat
4. Penegakan hukum bagi pemakai jalan, khususnya terhadap hal-hal yang rawan terhadap kecelakaan lalu lintas.
6.Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dan upaya dalam keselamatan lalu lintas. Semua ini dapat di aplikasikan di kota surabaya untuk mengetahui berapa besar jumlah kecelakaan yang ada di kota surabaya ini.

7. THANK’S :D :P

bab parkir

1. a. Rencana umum tata ruang daerah;
b. Keselamatan dan kelancaran lalu lintas;
c. Kelestarian lingkungan;
d. Kemudahan bagi pengguna jasa.
2. Metode berdasarkan kepemilikan kendaraan
Metode berdasarkan luas lantai bangunan
Metode berdasarkan selisih terbesar antara kedatangan dan keberangkatan kendaraan
3. Durasi Parkir
Akumulasi Parkir
Tingkat Pergantian (Parking Turn Over)
Tingkat Penggunaan (Occupancy Rate)
Volume Parkir
Kapasitas Parkir
Indeks Parkir
Rata-rata Durasi Parkir
Jumlah Ruang Parkir
4. mobil penumpang gol 1 satuan ruang parkir 2,3×5,0 m2
Mobil penumpng gol 2 satuan ruang parkir 2,5×5,0 m2
Mobil penumpang gol 3 satuan ruang parkir 3,0×5,0 m2
Truck/bus satuan ruang parkir 3,4×12,5 m2
Sepeda motor satuan ruang parkir 0,75×2,0 m2
5. Sistem Karcis dampak kinerja kurang karena belum terjamin keamanan
Tarif Parkir dampak kinerja bagus krn sudah terjamin keamanan
Sistem kartu dan disk dampak kinerja membuat menjadi bingung
Pembatasan Wilayah Parkir Untuk Kendaraan Berat dampak kinerja bagus krn tidak menyebabkan kemacetan
Pembatasan Wilayah Parkir Pada Sistem Jaringan Jalan dampak kinerja kurang krn menyebabkan kemacetan

6. Penentuan Sudut Parkir:
 Lebar jalan
 Volume lalu lintas pada jalan yang bersangkutan
 Karakteristik kecepatan
 Dimensi kendaraan
 Sifat peruntukan lahan sekitarnya dan peranan jalan yang b
7. Manfaat :memahami karakteristik parkir pada sisi jalan dan pengaruhnya terhadap
kapasitas jalan di Jalan Yogyakarta.
Di surabaya contohnya di daerah jalan MAYJEND SUNGKONO , lahan parkir yang ada di jalan menggunakan posisi kemiringan kendaraan 45º…… :D….:P